Anak Demam Tengah Malam: Apa yang Harus Dilakukan di Rumah?
Jam 2 pagi, anak tiba-tiba panas tinggi. Badan terasa membakar, wajah merah, dan anak rewel tidak mau tidur. Sebelum panik dan langsung ke UGD, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu menurunkan demam dan menilai apakah kondisi anak darurat atau masih bisa dipantau.
1. Ukur Suhu Tubuh dengan Termometer
Jangan hanya mengandalkan rabaan tangan.
Gunakan termometer digital:
- Ketiak: demam bila suhu > 37,5°C
- Telinga/dubur: demam bila suhu > 38°C
Catat suhunya dan waktu pengukuran untuk memantau perkembangan.
2. Berikan Obat Penurun Panas (Jika Perlu)
Berikan obat hanya jika:
- Suhu > 38°C, dan
- Anak tampak tidak nyaman, rewel, sulit tidur, atau tampak kesakitan.
Dua obat yang umum digunakan:
- Parasetamol (asetaminofen)
- Dosis: 10–15 mg/kg berat badan
- Dapat diberikan setiap 4–6 jam bila perlu
- Contoh: anak 10 kg → dosis 100–150 mg sekali minum
- Ibuprofen (untuk anak > 6 bulan)
- Dosis: 5–10 mg/kg berat badan
- Dapat diberikan setiap 6–8 jam bila perlu
Penting:
- Jangan berikan aspirin pada anak (risiko sindrom Reye yang berbahaya).
- Ikuti dosis di kemasan atau anjuran dokter.
- Jangan menambah dosis sendiri meski demam belum turun.
3. Kompres dengan Air Hangat
Hindari kompres air dingin atau es.
Gunakan air hangat suam-suam kuku:
- Basahi handuk kecil dengan air hangat
- Tempelkan di dahi, ketiak, atau lipatan paha
Air hangat membantu pembuluh darah melebar sehingga panas lebih mudah keluar dari tubuh.
4. Pastikan Anak Cukup Minum
Demam meningkatkan risiko dehidrasi.
- Bayi: berikan ASI lebih sering
- Anak lebih besar: berikan air putih, susu, jus buah encer, atau sup hangat
- Bila sulit minum banyak sekaligus, berikan sedikit tapi sering
Waspadai tanda dehidrasi:
- Bibir dan mulut kering
- Mata tampak cekung
- Jarang buang air kecil (popok kering > 6 jam pada bayi)
- Anak tampak sangat lemas atau mengantuk terus
5. Buat Anak Senyaman Mungkin
- Pakaikan baju tipis dan longgar
- Jangan membungkus dengan selimut tebal, meski anak menggigil
- Menggigil saat demam adalah reaksi normal tubuh
- Atur suhu ruangan agar sejuk dan nyaman, tidak pengap
- Kipas angin boleh digunakan, tapi jangan diarahkan langsung ke tubuh anak
Biarkan anak beristirahat, tapi tidak masalah jika ia masih ingin bermain pelan-pelan selama tampak cukup bugar.
6. Kapan Harus Segera ke Dokter atau UGD?
Segera bawa anak ke dokter/UGD bila terjadi salah satu dari berikut:
- Bayi < 3 bulan dengan suhu ≥ 38°C (darurat, harus segera diperiksa)
- Suhu ≥ 40°C yang tidak turun setelah obat penurun panas
- Anak mengalami kejang, meskipun sebentar
- Anak tampak sangat lemas, tidak responsif, atau sulit dibangunkan
- Muncul ruam merah atau bintik-bintik yang tidak hilang saat ditekan
- Anak menolak minum sama sekali atau muntah terus-menerus
- Demam > 3 hari tanpa perbaikan
- Anak mengeluh sakit kepala hebat, leher kaku, atau nyeri perut sangat kuat
Jika Anda ragu, lebih aman membawa anak periksa daripada menunggu.
7. Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
- Jangan panik berlebihan. Demam sering kali adalah respons normal tubuh terhadap infeksi.
- Jangan memberikan antibiotik tanpa resep dokter. Sebagian besar demam pada anak disebabkan virus dan tidak memerlukan antibiotik.
- Jangan memandikan anak dengan air dingin atau alkohol, karena bisa menyebabkan kedinginan berlebihan (hipotermia) dan tidak aman.
Layanan UGD 24 Jam
Unit Gawat Darurat Klinik Mitra Keluarga Ciranjang buka 24 jam, termasuk dini hari dan hari libur.
Jika Anda ragu apakah kondisi anak perlu penanganan segera:
- Anda boleh langsung datang ke UGD, atau
- Menghubungi klinik untuk berkonsultasi terlebih dahulu.
Lebih baik datang dan ternyata tidak apa-apa, daripada menunggu hingga kondisi anak memburuk.
