Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengkhitan Anak?
Pertanyaan soal waktu yang pas untuk mengkhitan anak memang sering muncul. Ada yang memilih saat bayi, ada yang menunggu anak SD. Secara medis, tidak ada satu usia yang paling benar untuk semua anak, tetapi ada beberapa pertimbangan yang bisa membantu orang tua menentukan waktu terbaik.
Usia yang Dianjurkan Secara Medis
Secara umum, khitan bisa dilakukan pada beberapa rentang usia berikut:
- Bayi baru lahir (0–28 hari)
Di beberapa negara, khitan sering dilakukan pada periode ini. Keuntungannya:
- Penyembuhan biasanya lebih cepat.
- Aktivitas bayi masih terbatas sehingga risiko trauma pada luka lebih kecil.
Namun di Indonesia, praktik ini belum terlalu umum dan perlu fasilitas serta tenaga medis yang benar-benar siap.
- Usia 1–5 tahun
Pada usia ini:
- Anak belum terlalu memahami prosedur medis, sehingga kecemasan lebih mudah dikelola.
- Proses penyembuhan umumnya berjalan baik.
Orang tua perlu memberi penjelasan sederhana agar anak tetap merasa aman.
- Usia 6–12 tahun
Ini adalah rentang usia yang paling sering dipilih di Indonesia karena:
- Anak sudah bisa diajak berdiskusi dan memahami alasan khitan.
- Bisa disesuaikan dengan liburan sekolah sehingga anak punya waktu istirahat cukup.
Kesimpulannya: tidak ada satu usia yang wajib. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi kesehatan anak, kesiapan mental, dan pertimbangan keluarga.
Tanda Anak Siap Dikhitan
Selain usia, kesiapan anak sangat penting. Anak dapat dikatakan siap dikhitan bila:
- Dalam kondisi sehat: tidak sedang demam, batuk, pilek berat, atau infeksi lain.
- Tidak ada kelainan pada organ kelamin yang memerlukan penanganan khusus (misalnya fimosis berat, kelainan bentuk penis, atau riwayat perdarahan yang sulit berhenti). Bila ada kecurigaan, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter.
- Sudah diberi penjelasan sederhana tentang apa itu khitan dan apa yang akan dilakukan, tanpa menakut-nakuti.
- Tidak menunjukkan ketakutan berlebihan setelah dijelaskan.
- Hasil pemeriksaan darah baik, terutama trombosit dan waktu pembekuan darah, sesuai anjuran dokter.
Persiapan Sebelum Khitan
Agar proses khitan berjalan lancar dan anak lebih nyaman, orang tua dapat melakukan beberapa persiapan berikut:
- Konsultasi dengan dokter
- Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
- Bila perlu, dilakukan pemeriksaan laboratorium sederhana untuk memastikan anak layak dikhitan.
- Berikan penjelasan pada anak
- Gunakan bahasa yang sederhana dan positif.
- Hindari cerita yang menakutkan atau bercanda berlebihan tentang rasa sakit.
- Pilih waktu yang tepat
- Banyak orang tua memilih liburan sekolah agar anak bisa istirahat total.
- Hindari jadwal yang berdekatan dengan kegiatan fisik berat atau perjalanan jauh.
- Siapkan pakaian yang longgar
- Misalnya celana longgar atau sarung, agar area luka tidak tertekan dan anak lebih nyaman.
- Pastikan anak sudah makan
- Jangan datang dalam keadaan perut kosong, terutama bila anak mudah lemas.
- Ikuti instruksi khusus dari dokter bila ada (misalnya bila menggunakan jenis anestesi tertentu).
Metode Khitan yang Tersedia
Saat ini terdapat beberapa metode khitan yang umum digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya:
- Metode konvensional (gunting bedah)
- Sudah lama digunakan dan terbukti aman di tangan tenaga medis terlatih.
- Tekniknya manual, sehingga sangat bergantung pada keterampilan operator.
- Metode klem (klamp)
- Menggunakan alat penjepit khusus untuk meminimalkan perdarahan.
- Proses relatif cepat dan hasil luka biasanya lebih rapi.
- Anak tetap perlu diawasi sampai alat dilepas sesuai jadwal dokter.
- Metode laser atau cautery
- Menggunakan panas untuk memotong jaringan sekaligus menghentikan perdarahan.
- Waktu tindakan umumnya lebih singkat.
- Biaya biasanya sedikit lebih tinggi dibanding metode konvensional.
Di Klinik Mitra Keluarga Ciranjang, tersedia beberapa pilihan metode khitan yang dapat disesuaikan dengan:
- Usia dan kondisi kesehatan anak.
- Pertimbangan kenyamanan dan waktu pemulihan.
- Preferensi orang tua setelah mendapat penjelasan lengkap.
Tim medis akan membantu menjelaskan prosedur, kelebihan, dan risiko masing-masing metode sebelum orang tua menentukan pilihan.
Perawatan Setelah Khitan
Masa pemulihan umumnya berlangsung sekitar 7–14 hari, tergantung usia anak, metode yang digunakan, dan aktivitas setelah tindakan. Selama masa ini, perhatikan hal-hal berikut:
- Ganti perban sesuai jadwal dokter
Jangan mengganti perban terlalu sering tanpa anjuran, karena bisa mengganggu proses penyembuhan.
- Jaga kebersihan luka
- Bersihkan dengan air bersih atau cairan antiseptik yang diresepkan.
- Keringkan dengan lembut, jangan digosok.
- Berikan obat sesuai resep
- Obat pereda nyeri dapat diberikan bila anak merasa nyeri.
- Antibiotik bila memang diresepkan oleh dokter.
- Batasi aktivitas fisik berat
- Hindari berlari, bersepeda, bermain bola, atau aktivitas yang berisiko menekan atau menarik area luka.
- Amati tanda-tanda infeksi atau masalah lain
Segera hubungi dokter bila muncul:
- Kemerahan yang meluas dan bertambah nyeri.
- Bengkak yang tidak kunjung berkurang.
- Keluar cairan berbau atau bernanah.
- Perdarahan yang tidak berhenti.
- Demam tinggi setelah khitan.
Ringkasan untuk Orang Tua
- Tidak ada satu usia yang paling wajib untuk khitan; yang penting adalah kondisi kesehatan dan kesiapan anak.
- Khitan dapat dilakukan mulai dari bayi baru lahir hingga usia sekolah, dengan pertimbangan medis dan psikologis.
- Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk menentukan waktu, metode, dan persiapan terbaik.
- Perawatan setelah khitan berperan besar dalam mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.
Bagi orang tua di wilayah Cianjur dan sekitarnya yang berencana mengkhitankan anak, Klinik Mitra Keluarga Ciranjang siap membantu dengan layanan khitan yang aman dan nyaman. Orang tua dapat berkonsultasi terlebih dahulu untuk menentukan waktu dan metode yang paling sesuai bagi anak.
