Ringkasan Edukasi Imunisasi untuk Orang Tua
Setiap bayi lahir dengan sistem kekebalan yang belum matang, sehingga sangat rentan terhadap infeksi. Imunisasi berfungsi sebagai "latihan" bagi sistem kekebalan agar tubuh anak mampu mengenali dan melawan kuman berbahaya tanpa harus mengalami penyakit berat terlebih dahulu.
Apa Itu Imunisasi?
Imunisasi adalah pemberian vaksin yang berisi kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Vaksin ini tidak menyebabkan penyakit, tetapi cukup untuk merangsang tubuh membentuk kekebalan. Dengan demikian, ketika kuman asli masuk, tubuh sudah siap dan tahu cara melawannya.
Imunisasi Dasar yang Wajib di Indonesia
Berikut imunisasi dasar yang dianjurkan pemerintah untuk setiap anak:
- Hepatitis B
- Dosis: segera setelah lahir, lalu usia 2, 3, dan 4 bulan
- Manfaat: melindungi dari infeksi virus hepatitis B yang dapat merusak hati.
- BCG (Bacillus Calmette-Guerin)
- Dosis: 1 kali sebelum usia 3 bulan
- Manfaat: mencegah tuberkulosis (TBC) berat, terutama TBC pada otak dan TBC menyebar.
- Polio
- Dosis: usia 1, 2, 3, dan 4 bulan (tetes mulut atau suntikan)
- Manfaat: mencegah polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
- DPT-HB-Hib
- Dosis: usia 2, 3, 4, dan 18 bulan
- Melindungi dari: difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b (penyebab radang selaput otak dan radang paru berat).
- Campak-Rubela (MR)
- Dosis: usia 9 bulan dan diulang pada usia 18 bulan
- Manfaat: mencegah campak dan rubela yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti radang paru, radang otak, dan kelainan bawaan pada janin bila ibu hamil terinfeksi rubela.
Jadwal Imunisasi Dasar
Agar tidak terlewat, berikut jadwal singkat imunisasi dasar:
- Saat lahir: Hepatitis B dosis pertama, polio tetes dosis nol
- Usia 1 bulan: BCG, polio tetes dosis pertama
- Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib dosis pertama, polio tetes dosis kedua
- Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib dosis kedua, polio tetes dosis ketiga
- Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib dosis ketiga, polio tetes dosis keempat, polio suntik
- Usia 9 bulan: Campak-Rubela dosis pertama
- Usia 18 bulan: DPT-HB-Hib lanjutan, Campak-Rubela dosis kedua
Efek Samping yang Umum dan Aman
Efek samping vaksin umumnya ringan dan sementara, antara lain:
- Demam ringan 1–2 hari setelah imunisasi
- Kemerahan atau bengkak ringan di tempat suntikan
- Anak sedikit rewel atau nafsu makan berkurang
Efek samping berat sangat jarang. Manfaat imunisasi jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
Peran Orang Tua
- Simpan dan bawa selalu buku KIA setiap kunjungan imunisasi.
- Catat jadwal imunisasi berikutnya dan pasang pengingat di ponsel.
- Jika anak hanya pilek tanpa demam, imunisasi biasanya tetap dapat diberikan setelah dinilai dokter.
- Tunda imunisasi bila anak sedang demam tinggi atau tampak sangat lemah, dan konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Layanan di Klinik Mitra Keluarga Ciranjang
Klinik Mitra Keluarga Ciranjang menyediakan imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan balita. Dokter akan:
- Memeriksa kondisi anak sebelum vaksinasi
- Menjelaskan jenis vaksin yang diberikan dan kemungkinan efek samping
- Membantu orang tua menyusun dan memantau jadwal imunisasi
Melengkapi imunisasi sesuai jadwal adalah salah satu cara paling efektif dan aman untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Pastikan imunisasi buah hati Anda tidak terlewat.
