"Kok baru jam 10 sudah lemas ya?" — kalau kalimat ini sering muncul di kepala saat puasa, berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Dan biasanya, masalahnya bukan karena puasanya, tapi karena apa yang kita lakukan saat sahur dan berbuka.
Sahur Banyak Belum Tentu Kuat Seharian
Banyak orang berpikir sahur harus makan sebanyak-banyaknya supaya kuat seharian. Kenyataannya, makan terlalu banyak saat sahur justru bikin ngantuk di pagi hari dan lemas di siang hari. Tubuh menghabiskan banyak energi untuk mencerna makanan yang berlebihan.
Yang lebih penting dari kuantitas adalah kualitas. Pilih makanan yang melepas energi secara perlahan: nasi merah, oatmeal, telur, atau roti gandum. Hindari makanan yang terlalu manis — gula memang memberi energi cepat, tapi turunnya juga cepat.
Kurang Minum Itu Musuh Utama
Dehidrasi adalah penyebab lemas nomor satu saat puasa, terutama kalau cuaca panas. Banyak orang fokus pada makanan tapi lupa soal air. Idealnya, minum 8 gelas air antara buka puasa dan sahur. Triknya: 2 gelas saat buka, 4 gelas dari buka sampai tidur, 2 gelas saat sahur.
Kalau minum air putih terasa "bosan", bisa ditambah irisan lemon atau infused water. Yang penting bukan minuman manis kemasan — itu justru bikin haus lebih cepat keesokan harinya.
Gorengan Saat Berbuka: Nikmat Sesaat, Efeknya Panjang
Kita semua tahu gorengan itu teman setia buka puasa. Bakwan, risol, tahu isi — susah ditolak memang. Tapi kalau setiap hari berbuka dengan gorengan berat, lambung harus kerja keras mencerna minyak, dan efeknya terasa keesokan harinya: badan terasa berat dan tidak segar.
Bukan berarti harus dihilangkan total — nikmati sesekali saja, bukan setiap hari. Ganti dengan kurma, buah segar, atau kolak pisang yang lebih ringan di lambung.
Tidur Setelah Sahur: Kebiasaan yang Bikin Makin Lemas
Sahur jam 4, tidur lagi jam 4.30, bangun jam 6 — ini pola yang sangat umum. Masalahnya, tidur langsung setelah makan itu tidak baik untuk pencernaan. Asam lambung bisa naik, perut terasa kembung, dan kualitas tidur pendek itu justru bikin badan makin capek dibanding tidak tidur sama sekali.
Kalau memang mengantuk, tunggu minimal 30 menit setelah sahur sebelum berbaring. Atau lebih baik lagi, gunakan waktu itu untuk ibadah sambil menunggu subuh.
Kurang Gerak Juga Bikin Lemas
Ini mungkin terdengar aneh — kok puasa disuruh olahraga? Bukan olahraga berat, tapi tetap bergerak. Duduk seharian di kantor atau di rumah tanpa aktivitas fisik justru membuat tubuh makin lesu. Jalan kaki ringan 15-20 menit sebelum berbuka bisa membantu metabolisme dan membuat badan lebih segar.
Kapan Harus ke Dokter?
Lemas ringan saat puasa itu wajar, terutama di hari-hari pertama. Tapi kalau lemas disertai pusing hebat, pandangan berkunang-kunang, jantung berdebar, atau tidak bisa beraktivitas sama sekali — itu tanda tubuh butuh perhatian lebih. Jangan memaksakan diri.
Orang dengan diabetes, tekanan darah rendah, atau anemia perlu lebih waspada. Tidak ada salahnya cek darah sebelum atau selama Ramadan untuk memastikan kondisi tubuh aman. Lebih baik puasa dengan tenang daripada khawatir sepanjang hari.
Kalau butuh konsultasi atau cek kesehatan selama Ramadan, Klinik Mitra Keluarga di Ciranjang tetap buka setiap hari. Jangan ragu untuk datang — lebih baik periksa dari awal daripada menunggu kondisi memburuk.
