Setiap tahun ceritanya sama — minggu pertama puasa badan terasa lemas, kepala pusing, dan mood berantakan. Padahal sebenarnya itu bisa dihindari kalau kita mau menyiapkan tubuh beberapa hari sebelum Ramadan dimulai.
Nah, berikut ini beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan dari sekarang. Tidak perlu ribet, yang penting konsisten.
1. Kurangi Kafein dari Sekarang, Jangan Mendadak
Buat yang terbiasa minum kopi 2-3 gelas sehari, tiba-tiba berhenti total saat puasa itu seperti minta kepala pusing seharian. Coba kurangi bertahap — dari 3 gelas jadi 2, lalu 1, sampai akhirnya cukup 1 gelas saat sahur saja. Tubuh butuh waktu untuk adaptasi, jangan dipaksa mendadak.
2. Mulai Latihan Puasa Sunnah
Puasa Senin-Kamis itu bukan cuma soal pahala. Dari sisi kesehatan, ini cara paling bagus untuk "melatih" tubuh mengenal pola makan puasa. Lambung dan metabolisme butuh penyesuaian. Kalau sudah terbiasa seminggu dua kali, masuk Ramadan nanti tubuh tidak kaget.
3. Periksa Kesehatan Kalau Punya Riwayat Penyakit
Ini yang sering dilupakan. Buat yang punya riwayat maag, diabetes, darah tinggi, atau penyakit lainnya — sebaiknya konsultasi ke dokter dulu sebelum puasa. Dokter bisa bantu atur jadwal minum obat yang disesuaikan dengan waktu sahur dan berbuka.
Jangan sampai nekat puasa tanpa konsultasi, lalu kondisi malah drop di tengah jalan. Lebih baik dicegah daripada diobati.
4. Perbaiki Jam Tidur
Ramadan itu jam tidur berubah drastis. Bangun sahur jam 3-4 pagi, sementara kebiasaan sehari-hari mungkin bangun jam 6. Mulai dari sekarang, coba tidur lebih awal 30-60 menit. Kecil memang, tapi efeknya besar saat puasa nanti. Kurang tidur adalah salah satu penyebab utama lemas dan mudah emosi saat puasa.
5. Jangan Malah Makan Berlebihan Sebelum Puasa
Ada kebiasaan lucu tapi berbahaya: seminggu sebelum puasa malah makan banyak-banyak, seolah-olah "stok" makanan di badan. Justru ini yang bikin lambung kaget saat tiba-tiba porsi makan berubah drastis. Yang benar adalah sebaliknya — kurangi porsi secara bertahap supaya lambung mulai terbiasa.
6. Stok Vitamin? Boleh, Tapi Jangan Berlebihan
Minum vitamin C atau multivitamin menjelang puasa boleh-boleh saja. Tapi yang lebih penting sebenarnya adalah memastikan makanan sehari-hari sudah bergizi seimbang. Sayur, buah, protein, dan karbohidrat kompleks. Vitamin dari makanan selalu lebih baik diserap tubuh dibanding suplemen.
7. Cek Kondisi Gigi
Sakit gigi saat puasa itu tersiksa. Mau makan tidak bisa, minum obat harus menunggu buka. Makanya, kalau ada keluhan gigi yang sudah lama ditunda — tambal, cabut, atau bersihin karang gigi — lebih baik selesaikan sebelum Ramadan. Jangan ditunda sampai menyesal.
Intinya: Persiapan Itu Kunci
Puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus. Kalau tubuh sudah siap, ibadah jadi lebih khusyuk, produktivitas tetap terjaga, dan mood juga lebih stabil. Persiapan sederhana yang dimulai dari sekarang bisa bikin perbedaan besar selama 30 hari ke depan.
Kalau merasa perlu cek kesehatan sebelum puasa, silakan mampir ke Klinik Mitra Keluarga di Ciranjang. Kami buka setiap hari, dan dokter siap membantu memastikan tubuh Anda siap menjalani Ramadan dengan nyaman.
